Sulap Sampah Kaleng Minuman, Ini Yang Dilakukan Penjual Cilok

  • Whatsapp
Sulap Sampah Kaleng Minuman, Ini Yang Dilakukan Penjual Cilok
banner 468x60

Sampah kaleng minuman yang tidak semacam itu bermakna jadi berharga besar berkah sentuhan inovatif Fatkhurohman( 24). Ayah satu anak yang tiap hari berdagang cilok ini memasak sampah kaleng jadi miniatur alat transportasi.

Fatkhurohman lagi padat jadwal memotong kaleng sisa minuman disaat ditemui di rumahnya, Desa atau Dusun Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Jombang. Semacam inilah tradisi suami Anik Firnanda itu semenjak 6 bulan yang lalu. Ia menggunakan masa senggangnya selesai berdagang cilok putaran buat menciptakan miniatur alat transportasi.

Kaleng sisa minuman yang lagi dipotong, tadinya sudah dicuci buat mensterilkan sisa- sisa minuman di dalamnya. Maklum saja, kaleng- kaleng itu ia beli dari pengepul rosokan di dekat rumahnya.

Bagian kaleng berbahan aluminium itu lalu ia anyam jadi kecil truk container serta sepeda motor Sepeda motor. Buat memperoleh wujud benar aslinya, Fatkhurohman memakai perekat spesial.

Ia berencana menampakkan bagian luar kaleng minuman di tiap miniatur truk container buatannya. Alhasil kecil yang telah jadi terlihat bercorak dengan bermacam logo merek minuman. Cakra truk ia bikin dari bagian penutup kaleng yang dilapisi karet.

Sedangkan miniatur Sepeda motor terbuat Fatkhurohman dengan menampakkan bagian dalam kaleng. Alhasil dataran Sepeda motor polos serta dapat dicat cocok dengan antaran.

Beliau berterus terang mengawali bidang usaha inovatif ini dengan main- main. Betul, dekat 6 bulan yang kemudian ia bernazar membuatkan kecil truk buat mainan buah hatinya. Fatkhurohman berlatih membuat kecil truk dari internet.

Tidak puas dengan miniatur truk container, beliau berlatih membuat Sepeda motor. Warnanya kecil alat transportasi buatannya lumayan baik. Alhasil ayah satu anak ini berupaya mendagangkannya lewat alat sosial.

“Aku jual online nyatanya laris, antaran lalu tiba,” terangnya.

Sembari lalu berjualan cilok, Fatkhurohman mempelajari bidang usaha kecil alat transportasi ini. Sepanjang ini antaran tidak cuma dari Jombang, tetapi pula dari Ajang serta Jakarta Selatan.

Miniatur alat transportasi buatannya ia jual dengan harga bermacam- macam. Terkait pada tingkatan kerumitannya. Mulai dari Rp 35 ribu sampai Rp 110 ribu per unit.

” Konsep ingin menyudahi dahulu jualan cilok. Sebab antaran telah mengantri,” tandasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *